Tugas Calon Guru Penggerak Modul 1.1.a.9 tentang Kesimpulan Refleksi Pemikiran Ki Hajar Dewantara

Medan, 27 April 2021

Tugas Modul 1.1.a.9

Kesimpulan dan Refleksi Pemikiran Ki Hadjar Dewantara

·          Sebelum mendapatkan modul 1.1 ini saya merasa siswa wajib menerima semua ilmu yang dijelaskan guru ke siswa tanpa mereka bereksplorasi dan menjadi merdeka dalam belajar. Memberikan suasana kegembiraan dalam permainan dalam belajar belum utuh dilaksanakan, apalagi dunia anak SMP masih dalam kadar lebih menyukai permainan. Namun setelah saya mempelajari filosopi Ki Hajar Dewamtara, ada hal yang menggelitik atau menegur hati saya untuk melakukan perubahan yang signifikan  pengajaran Ki Hajar Dewantara. Ada terselip rasa bersalah dan ingin menebusnya dengan hal-hal yang lebih baik dalam mendidik dan mengajar. Walaupun selama ini saya sudah melakukan terobosan dengan gaya mengajar yang berbeda dari guru-guru yang ada di sekolah saya, namun saya tidak menerapkan pola pemikiran Ki Hajar Dewantara yang merdeka dan diberikannya ruang untuk bereksplorasi. Penerapan semboyan,  semboyan “Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani”  memang selama ini dilaksanakan namun belum sempurna seperti yang diharapkan.

·         Setelah mempelajari modul ini, timbul tekad untuk melakukan perubahan dalam pendidikan dan pengajaran yang selama ini dilakukan dengan prinsip yang utama “merdeka belajar siswa”. Memberikan ruang ke siswa untuk berbuat sesuai apa yang mereka ketahui dengan menambahnya dan yang mereka inginkan dengan tetap di tuntun. Mengajar dengan mengikuti dunia mereka dengan perubahan zaman yang terus berkembang dengan tetap mengikuti rambu-rambu yang ada.

Pemikiran Ki Hajar Dewantara yang sejenak membuat terkesima dan merasa ada yang menegur diri saya. Saya harus melakukan perubahan pada diri. Ada beberapa kesalahan yang harus saya perbaiki untuk mentransfer ilmu ke siswa agar nantinya siswa bisa menerima dengan baik dan senang atau merdeka. Yang mungkin juga kreatifitas mereka selama ini terbelenggu karena ada keharusan, tekanan atau yang lainnya. Memberikan perlakukan yang berbeda diantara siswa dengan trik-trik yang membuat siswa yang memiliki potensi terus dibimbing untuk ditingkatkan. Jika kita memberikan perlakuan yang sama ke siswa, maka siswa yang ingin lebih maju tidak akan tersalurkan. Contoh kasus, ada sekelompok siswa dalam suatu kelas yang memiliki kemampuan tinggi untuk ingin maju dalam pendiidkan dan pengajaran. Sementara ada sekelompok siswa yang biasa-biasa saja. Jika kita menerapkan pola yang sama, maka untuk kelompok siswa yang ingin maju tidak akan tersalurkan untuk berkembang lebih pesat.

·         

fg Untuk itu, Saya akan menerapkan kegiatan-kegiatan yang menerapkan filosofi Ki Hajar Dewantara, dianataranya :

·    

a.    Kelas yang menyenangkan dengan menerapkan permainan dalam pembelajaran dimana disesuaikan dengan materi yang akan disampaikan

b.    Memberikan pendalaman materi yang berbeda dari siswa yang aktif belajar dan rasa ingin tau yang besar dengan siswa yang minat belajarnya biasa saja (tetapi tetap memberikan motivasi)

c.    Menuntun siswa untuk berbudi pekerti yang makin baik dan lebih religius

d.    Menjadikan siswa pancasilais dengan nasionalis yang tinggi.

e.    Memberikan pelayanan yang lebih ke siswa dalam proses pembelajaran

dimana akan menerapkan “berhamba ke siswa”


Untuk Lebih Jelas Hasil Kesimpulan saya ini, boleh dilihat video berikut ya teman-teman..





Komentar